bookmark_borderUnik! Hotel Berbentuk Kapal Pesiar di Batam

Pacific Palace Hotel, merupakan salah satu hotel berbintang yang unik dan menarik yang ada di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sebab selain hotelnya yang berdesain mewah, model hotel ini menyerupai kapal pesiar.

Bahkan setiap tamu hotel yang menginap di hotel ini situs judi bola akan terkesima, karena terasa seperti berada di kapal pesiar. Tidak saja tampak luar hotel ini menyerupai kapal pesiar, interior dalam hotel ini juga bernuasa kapal pesiar. Tak heran jika para pekerja di hotel tersebut berpakaian seperti anak buah kapal dan kapten kapal.

Pacific Palace Hotel, merupakan salah satu hotel berbintang yang unik dan menarik yang ada di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sebab selain hotelnya berdesain mewah, model hotel ini menyerupai kapal pesiar.ARSIP HOTEL PACIFIC PALACE Pacific Palace Hotel, merupakan salah satu hotel berbintang yang unik dan menarik yang ada di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sebab selain hotelnya berdesain mewah, model hotel ini menyerupai kapal pesiar.

Hotel yang beralamat di Jalan Duyung Kelurahan Sei Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Batam ini juga memeiliki banyak fasilitas unggulan lainnya. Fasilitas ini siap memanjakan setiap pengunjungnya yang daftar sbobet menginap, baik yang mengisi liburan maupun yang sedang berbulan madu.

Sales and Marketing Manager Pacific Palace Hotel Batam, Riyati mengatakan Pacific Palace Hotel memiliki 180 kamar, yang terdiri dari Cabin, Deluxe, Executive Suite, Pacific Suite, Palace Suite dan President Suite. “Jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan, dengan harga yang sangat terjangkau,” kata Riyati. Hotel yang berada ditengah pusat bisnis ini, juga memiliki fasilitas Food and Beverage yang diberi nama Athena’s Coffee Shop.

“Fasilitas ini memberikan layanan selama 24 Jam, dengan jenis makanan yang tersedia, seperti makanan Western, Asia dan menu lokal favorit,” ungkapnya. Di Athena’s Coffee Shop juga ada tersedia warung nasi pedas, di mana menu makanan yang tersedia berupa masakan nusantara dengan harga Rp 21.000.

Ada juga Golden Palace, yang buka setiap Senin sampai Jumat, mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 untuk menu ala carte chinese food. Untuk Sabtu dari pukul 10.00 sampai 17.00. Ada juga paket Dimsum yang disediakan setiap Sabtu, mulai pukul 18.00 hingga 22.00.

Selain itu, Pacific Palace Hotel Batam juga menyediakan fasilitas gym di lantai 3, Spa, Massage dan Reflexology, Beauty Salon Buka, Fasilitas Yoga, Aerpbic, Zumba. Tidak ketinggalan fasilitas kolam renang.

Disinyalir Gelper Berkedok Judi & Narkoba di Hotel Pacific Kota Batam Bebas Beroperasi

Hotel Pacifik berlokasi di Jalan Duyung Kecamatan Batu Ampar, Kelurahan Sei Jodoh, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, hotel yang berbentuk kapal ini menyediakan gelanggang permainan atau gelper yang disinyalir berkedok judi. Bukan hanya itu, di dalam diskotik diduga juga menyediakan narkoba jenis pil ekstasi atau kerap disebut ineks.

Berdekatan dengan Singapura, Kota Batam menjadi surgawi para pelancong baik dari dalam negeri ataupun luar negeri. Dilansir dari zonamerdeka.com, pantauan saat mengunjungi gemerlapanya Hotel Pacific di malam hari, sempat menikmati lagu di ruang karoke. Saat keluar, bertemu dengan pria kira-kira berumur 30-an tahun tengah duduk di ruang lobby hotel sambil menghisap rokok.

Selanjutnya rekan media mendatangi sambil menyapa dan duduk di sampingnya. Selanjutnya terjadilah perbincangan. Pria pengunjung yang enggan disebut identitasnya, mengungkapkan, bahwa Hotel Pasific ini ada judinya, karoke, diskotik,dan disediakan ineks untuk ‘on’.

“Memang surga dunia Hotel Pasific ini menyajikan hiburan yang buat para pengunjung betul-betul terasa seperti di bawah mimpi,” katanya. Ditanyakan, apakah melihat (operasional) Hotel Pasific berlawanan dengan hukum? Secara jujur ia menjawab ada.

“Sebetulnya saya jujur saja ada berlawanan hukum. Kalau tidak salah diduga kuat adanya perjudian berkedok gelanggang permainan (gelper) dan ada dugan juga permainan seperti kasino yang berada di Hotel Pasific ini serta narkoba yang ada di dalam diskotik,” tambahnya.

Padahal, menurut dia, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, kita selalu di sebut-sebut kota Madani. Tapi yang paling aneh, kata dia, pada hari besar keagamaan malahan gelper beroperasi alias dibuka.

Baca Juga : Tips Jitu Liburan ke Bali Buat Pemula

Tak lama kemudian datang seorang wanita yang langsung duduk berdampingan dengan kami. Ia yang mendengar percakapan segera berkomentar, nampaknya di mata Aparat Penegak Hukum (APH) gelper di Hotel Pasific hanya dianggap angin lalu.

“Padahal para media, tokoh masyarakat dan tokoh agama telah memberi suara untuk tutup galper yang ada di Hotel Pasific,” sebutnya. Artinya, gelper yang ada di Hotel Pasific ibaratnya sudah menantang matahari.

Menurutnya, manajemen Hotel Pasific tersebut telah menyajikan beberapa mesin gelper yang diduga kuat mengandung unsur perjudian yang ditawarkan. Diantaranya mesin jackpot, doraemon, tangkap ikan dan berbagai mesin judi lainnya yang telah disiapkan oleh pihak pengusaha.

Sampai saat ini gelanggang permainan (gelper) berjalan mulus tanpa hambatan ini seolah-seolah kebal hukum. Sedangkan dari pihak APH sendiri tutup mata saja. Dari di sisi lain bahkan ada judi bola pingpong, menurut wanita yang sebagai pengujung, keberadaanya di ruangan VIP karaoke hotel. Di ruangan tersebut dilengkapi layar monitor untuk mengetahui nomor yang keluar.

“Pemain minimal memasang Rp10 ribu dengan tebakan angka 1 hingga 24. Kalau menang berhadiah kelipatan Rp220,” tuturnya. Pada intinya, kata wanita yang enggan disebut jati dirinya, aparat penegak hukum dan Pemerintah Kota Batam sendiri tidak ada ketegasan dalam menutup gelper yang sudah berbau judi. “Padahal Kota Batam banyak orang beragama,” katanya.

Menurutnya, dalam masalah ini semua pengusaha sudah melanggar KUHP pasal 303 dan Telegram Kapolri ST/2122/X/RES/1.24/2021 untuk memberantas judi diabaikan apalagi Perwako No 49/2020 tidak juga dihiraukan sama sekali. Untuk diinformasikan, keberadaan Hotel Pasific tidak jauh dari kantor penegak hukum di wilayah Batu Ampar.

Namun aktifitas Hotel Pasific diduga ada maksiat seperti galper yang berbau judi dan narkoba. Padahal sering seluruh media sudah menaikan berita -berita tapi tidak digubris oleh pihak APH dan Pemerintah Kota Batam.